07 Maret 2009

PERSIJA krisis penyerang

Lini depan Persija Jakarta ditengarai bakal tumpul saat melawan Persiba Balikpapan, Sabtu (7/3). Tiga striker Macan Kemayoran (Bambang Pamungkas, Aliyudin, dan Melky Pekey) dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.

Sementara striker anyar Fabio Lopes belum pulih dari cedera otot paha sehingga tidak ikut tur Kalimantan Timur. “Sebenarnya kami masih memiliki Greg Nwokollo sebagai ujung tombak. Tapi, dia lebih efektif beroperasi sebagai gelandang serang ketimbang striker. Terus terang, saya kesulitan mencari pemain lain untuk ditempatkan sebagai ujung tombak,” kata Pelatih Persija Danurwindo saat dihubungi SINDO kemarin.

Kendati tertimpa krisis di lini depan, Danur akan tetap konsisten dengan skema permainan menyerang. Apalagi, Persija memiliki beberapa gelandang bernaluri mencetak gol seperti Agus Indra Kurniawan, Ade Suhendra, dan Markus Bahtiar. Agus Indra sendiri baru lima kali tampil setelah sembuh dari cedera dan telah menyumbang satu gol untuk Macan Kemayoran.

Sementara itu, Lopes sebenarnya sudah pulih dari cedera. Namun, dia perlu waktu untuk memulihkan kondisi. Pemain yang direkrut pada bursa transfer putaran kedua ini telah dua kali merumput, masing-masing saat Persija menekuk Persela 1-0 dan mengalahkan Persiwa 6-1. Tapi Lopes tidak mencetak gol dalam dua laga tersebut.

Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief mengatakan, pembelian Lopes memang belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan. Namun, pihaknya tetap mendukung pemain asal Brasil ini untuk bangkit. “Kondisi mental Lopes masih labil. Dia butuh dukungan motivasi untuk menemukan kembali permainan terbaiknya. Akan sangat sulit jika dia terus ditekan,” kata Ferry.

Dengan kondisi tim yang tidak komplet, Persija hanya menargetkan hasil imbang melawan Persiba. Apalagi, mereka juga tidak diperkuat bek Abanda Herman yang terkena akumulasi dua kartu kuning. Namun, posisi Abanda sudah siap diganti Aris Indarto sebagai palang pintu bersama Pierre Njanka.

Di lain pihak, kondisi Persiba juga sebenarnya pincang. Beruang Madu kehilangan dua pilar lini tengah Jufri Samad dan Sony Kurniawan akibat akumulasi kartu kuning. Namun, Persiba memiliki stok pemain yang kualitasnya tidak kalah bagus.

PERSIJA vs persiba part 2

Sore ini, Persija Jakarta akan menghadapi Persiba Balikpapan di stadion Persiba. Pada laga ini, Persija Jakarta perlu mewaspadai Beruang Madu (julukan Persiba). Pasalnya, saat leg pertama lalu, Persiba dihajar Persija 3 - 0. Dikhawatirkan, Persiba akan membalaskan dendamnya pada laga sore ini.
Persiba memang menyimpan dendam kepada Persija yang menekuk mereka dua kali musim ini. Pertama, Beruang Madu–julukan Persiba– menyerah 1-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada putaran pertama Liga Super.Kemudian, kekalahan lebih telak mereka derita pada babak 16 besar Piala Indonesia.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Lebak Bulus tersebut, Persiba tumbang dengan tiga gol tanpa balas. ’’Mental pemain kami sempat goyah setelah dikalahkan Persija 3-0.Tapi,kami banyak belajar dari kekalahan itu agar tidak terulang saat kami bermain di kandang,” kata Direktur Teknik Persiba Daniel Roekito yang dihubungi SINDO kemarin.

Dua dari tiga gol Persija kala itu dicetak Bambang ’Bepe’ Pamungkas dan satu gol oleh Robertino Pugliara. Namun, kini Bepe dipastikan absen akibat sanksi akumulasi kartu kuning.Bersama ujung tombak Macan Kemayoran tersebut, sanksi serupa juga membelenggu Aliyudin, Melky Pekey,dan pilar lini belakang Abanda Herman. Namun, Daniel enggan sesumbar.

Mantan Arsitek Persik Kediri itu tidak gegabah menyimpulkan bahwa serangan Persija bakal tumpul.Apalagi, deretan pemain cadangan Persija juga cukup berbahaya. ’’Persija tidak mungkin kehabisan amunisi. Mereka klub kaya dan pasti memiliki pemain berkualitas dengan harga mahal,”tutur Daniel.

Meski begitu, pelatih berusia 56 tahun ini siap memanfaatkan rapuhnya lini belakang Persija. Bakal tampilnya Aris Indarto sebagai palang pintu pertahanan Persija dinilai tidak akan setangguh jika Abanda tampil.Kondisi ini bakal dimanfaatkan trio striker Persiba,TA Musafri, Gaston Castano, dan Andrian Trinidad.

Ketiganya ditopang Robby Gaspar dan Elisangello dari second line. Ancaman ini bukan tidak disadari Pelatih Persija Danurwindo. Pelatih berusia 59 tahun ini telah menyiapkan amunisi baru untuk membungkam Beruang Madu di kandangnya sendiri.Posisi Agus Indra Kurniawan sebagai gelandang serang akan dipaksa naik menjadi striker,berduet dengan Greg Nwokollo.

Konsekuensinya, Danur hanya bisa memasang satu gelandang serang yang diperankan Robertino Pugliara. ’’Kami harus lebih fokus bertahan dari lini tengah untuk membendung pemain Persiba yang cepat dan memiliki insting menyerang bagus.

Karena itu,saya akan memasang dua gelandang bertahan I Wayan Gangga Mudana dan Ponaryo Astaman,” ujar Danur yang mempertaruhkan gengsi untuk membenahi posisi di klasemen.Persija saat ini bertengger di peringkat 3 klasemen dengan nilai 42

PERSIJA vs persiba part 1

Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan akan bertemu di Stadion Balikpapan, Sabtu, 7 Maret 2009. Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, kedua pelatih sama-sama dituntut untuk tampil cerdik menyiasati kondisi timnya yang sedang timpang.

Kedua tim memang dalam kondisi yang tidak lengkap. Baik Persija maupun Persiba sama-sama kehilangan beberapa pilar andalannya karena berbagai alasan. Persija harus kehilangan 4 pilar sedangkan Persiba harus kehilangan dua pilar.

Empat pemain Persija yang tak bisa tampil adalah Bambang Pamungkas, Aliyudin, Melky Pekei, dan Abanda Herman. Mereka tak bisa memperkuat Macan Kemayoran karena akumulasi kartu.

Kubu Persiba mengalami nasib yang tak kalah buruk. Dua pilar andalannya tak bisa tampil dengan alasan yang berbeda. Sony Kurniawan yang menjadi andalan di sektor sayap harus absen karena akumlasi kartu. Sedangkan libero asing Mijo Dadic juga harus menyingkir dari lapangan hijau karena menderita sakti tifus.

"Kami masih punya pemain alternatif yang bisa menggantikan pemain yang tidak bisa main," Daniel Rukito, pelatih teknik Persiba, kepada Teddy, wartawan GOSport, Jumat, 6 Maret 2009.

Menurut Daniel, untuk posisi Sonny kemungkinan akan ditempati Shobran, Zainul Arifin atau Deddy Junaedi. Sedangkan posisi libero yang bakal ditinggalkan Dadic, akan ditempati Ferly La’ala.

"Waktu kami meladeni Persela Lamongan, Ferly juga yang menggantikan posisi Mijo. Ia mampu tampil bagus, begitu juga dengan Sobran yang menempati sayap kiri, juga tampil bagus. Jadi, tidak ada masalah,” kata eks pelatih PSIM Jogyakarta ini.

Untuk susunan pemain yang akan diturunkan, lanjutnya, kemungkinan tetap sama dengan yang diturunkan saat mengalahkan Persela, 1-0. “Kemungkinan tidak banyak perubahan dalam komposisi pemain,” terangnya.

Pelatih Persija Jakarta, Danurwindo juga tak mau kalah. Dia mengaku telah menyiapkan pengganti bagi pemain-pemainnya yang absen. Untuk lini depan, Greg Nwokolo akan ditandemkan dengan Fabio Lopez menggantikan duet Bambang-Aliyudin. Dan untuk menutup lubang yang ditinggalkan Greg, Danur-sapaan Danurwindo akan memasang Agus Indra Kurniawan.

Untuk lini belakang, Danur tidak terlalu pusing. Sebab absennya Abanda Herman masih memiliki stoper sarat pengalaman Aris Indarto. “Secara kualitas tidak ada perbedaan antara pemain inti maupun cadangan, semua merata kekuatannya,” ucap mantan pelatih Bontang PKT ini.

Dengan komposisi yang ada, Danur optimistis Persija masih mencuri poin. “Para pemain punya semangat dan mental yang bagus, jadi kami tetap yakin dapat mencuri poin,” tandasnya.

05 Februari 2009

keanehan sepak bola indonesia

CONTOH kemunduran peradaban kita sebagai bangsa dapat dilihat pada sepak bola Indonesia. Isinya main pukul, main hantam, menjadikan lapangan sepak bola padang penjagalan.

Sepak bola dengan semangat kekejian itulah yang kita saksikan di lapangan. Pemain memiting pemain lawan. Manajer klub membawa pistol dan melepaskan tembakan ke udara. Penonton yang tidak puas dengan keputusan wasit menganiaya hakim garis dan merusak stadion.Semua yang tidak masuk akal di dunia sportivitas, itulah yang terjadi di dunia sepak bola Indonesia. Bahkan, yang tidak masuk akal itu, juga terjadi pada pengambilan keputusan di luar lapangan sepak bola.

Contohnya, tidak masuk akal, pelatih yang membawa aksi mogok kesebelasannya, malah dipilih menjadi pelatih nasional. Tidak masuk akal, komunitas sepak bola Indonesia bangga dipimpin seorang terpidana, yang sedang meringkuk di penjara. Tidak masuk akal, pemain dan pelatih asing yang dibawa ke negeri ini justru para begundal, yang menjadi pangkal keributan.

Tidak masuk akal, bagi akal yang waras. Mungkin di sini letak persoalan. Dunia sepak bola Indonesia, jangan-jangan tidak pas dilihat dengan akal sehat.

Sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling populer di negeri ini. Paling populer, yaitu paling digemari rakyat. Mestinya, inilah pula olahraga yang paling disayangi, dan karena itu dipelihara dengan semangat peradaban yang tinggi.

Akan tetapi, kenyataannya, inilah olahraga paling tidak populer, karena buruknya prestasi dan buruknya kelakuan.

Bahkan, buruknya kelakuan itu dapat ditonton penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia. Kerusuhan di Stadion Brawijaya, Kediri, misalnya, disiarkan stasiun televisi olahraga terkemuka ESPN.

Sepak bola mestinya bagian strategis mengharumkan nama bangsa. Sepak bola Afrika, contohnya, menghasilkan pemain kaliber dunia yang mewarnai sepak bola Eropa. Klub elite Eropa sekarang kelimpungan karena kehilangan pemain-pemain Afrika yang harus pulang untuk membela negaranya di Piala Afrika.

Sebaliknya, sepak bola Indonesia malah mencemarkan nama baik bangsa dan negara, di negeri sendiri. Lebih konyol lagi, pemain asing bukan menjadi contoh sportivitas, tetapi sumber premanisme.

Bertambah celaka, karena premanisme yang mencemarkan nama bangsa dan negara itu, juga dibiayai dengan uang rakyat. Yaitu, klub mendapat dana melalui APBD. Ini jelas bentuk kekejian tersendiri, selain kekejian yang terjadi di lapangan sepak bola.

Menilik kekejian itu, menimbang dampaknya kepada citra bangsa dan negara, ada beberapa langkah yang mesti diambil. Pertama, tinjau ulang kebijakan menyewa pemain dan pelatih asing. Segera buang pemain dan pelatih asing yang sebenarnya preman berkostum sepak bola.

Kedua, DPRD mengambil sikap menolak menyetujui membiayai klub sepak bola yang tidak sportif melalui APBD. Lebih baik anggarannya digunakan langsung untuk kemaslahatan rakyat.

Ketiga, sampai kapan PSSI dipimpin Ketua Umum dari penjara? Mesti ada keberanian menggantinya. Mesti ada kerelaan diganti. Demi kepentingan yang lebih besar.

Membiarkan PSSI dipimpin dari penjara, adalah juga kekejian moral tersendiri. Keji terhadap sang pemimpin, juga keji terhadap rakyat yang merindukan sepak bola yang sportif dan bermutu.

menang tipis perkecil selisih poin

Macan Kemayoran memuluskan langkahnya di putaran kedua Superliga Indonesia (ISL) 2008/2009, ini dibuktikan saat tim kebanggaan ibukota berhasil mempecundangi Laskar Joko Tingkir Persela Lamongan, Minggu (1/2) malam di stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Tampil dihadapan kurang lebih 30.000 pendukung fanatiknya, Persija menekan pertahanan Persela yang digalang kiper Chairul Huda serta bek Fabiano dkk.namun gol tercipta memasuki babak kedua. Bepe berhasil memecah kebuntuan setelah sundulan dari Fabiano Lopez berhasil diteruskan dan menjebol gawang Chairul Huda, skor 1-0 bertahan hingga pluit akhir dibunyikan. Bepe berhasil membuktikan kembali dirinya adalah striker nasional yang masih berbahaya, walau di timnas kerap dibangku cadangkan oleh Beny Dollo.
Dengan kemenangan ini anak asuh Danurwindo berhasil memperkecil poin di klasemen sementara dari Persipura yang sehari sebelumnya dikalahkan oleh Persiwa Wamena dalam duel Papua. Poin Persija menjadi 38 dari 18 laga sama dengan Persiwa, namun Bepe cs masih unggul selisih gol.